Fly Away dan Peach Fruit
Sampai hari ini kurang lebih sudah dua minggu saya bekerja part time sebagai waitress di sebuah cafe. Dengan pengetahuan perkopian dan makanan ala barat yang sangat minim, dikombinasikan dengan listening yang rada2, jadilah banyak suka dan duka berseliweran.
Hari pertama bekerja, sama sekali tidak tahu menu makanan yang dijual. Apalagi jenis-jenis kopi. Selama ini tahunya hanya kapal api, nescafe, sama kopi susu. Di hari pertama itu, seorang customer memanggil, "Can i get a coffee please?", "Yep sure, what coffee?". Kelanjutan percakapan berikutnya sangat absurd. "I want a fly away please.", " Sorry? Fly away?", "Fly away darling..f l y . . a w a y". Sekeras apapun saya berusaha menangkap, yang terdengar adalah fly away-ampun. Akhirnya saya menyerah dan saya tulis saja di docket (buku pesanan-red), "fly away". IYA, beneran saya tulis fly away! Sambil senyam senyum ke customer, "Okay, i'll bring you a fly away." Dalam hati, "Buset apa ini maksudnya?!"
Ketika saya berikan docket ke kitchen, mereka semua tertawa terbahak-bahak. Dengan muka tebal saya tanya, "Okay so what's that suppose to mean? Fly away?", "It's a flat white darling, flat white!", jawab Dalin, seorang barista asal Kamboja. Matanya sampai mengeluarkan air karena tertawa terlalu keras.
Lain hari, saya menghampiri seorang wanita paruh baya yang hendak mengorder makanan. Saya selalu deg-degan untuk menangani pesanan makanan sebab jenis makanan di cafe ini sangat bervariasi-kalau tidak bisa dibilang ribet. Makanan yang tersedia mulai dari sandwich, steak, pasta, open grill, salad, dan masih banyak lagi. Yang menyulitkan, customer dapat memesan jenis sandwichnya sendiri. Bahan-bahan yang ingin ia masukkan, apakah ia ingin toasted atau tidak, jenis sauce, dan sebagainya. Benar-benar harus memasang telinga dengan baik. Karena jika sampai salah, mereka sangat tidak segan untuk komplain. Sementara komplain akan berujung ke kitchen dan pastinya saya akan di bully satu kitchen.
Jadi hari itu, wanita paruh baya itu menunjuk satu pilihan makanan pada menu. Deluxe open burger. "Can i have this deluxe open burger?". Dalam hati, "Alhamdulillah ini jenis makanannya ga ribet karena bukan yang sandwich." Ternyata dia melanjutkan, "But can you please give me an extra barbeque sauce, chesee, and a peach fruit? Because this has no peach fruit on it?" Apaan? Peach fruit? Burger kok pakai buah peach? "Sorry what was that again?", "Peach fruit," she repeated. Oh no, saya masih hanya mendengar peach fruit. Lagi, saya tulis saja "peach fruit" pada docket. Wanita itu melanjutkan pesanannya lagi, mediterranian open grill, hail caesar salad, skimmed milk cappucino, dan lain lain. Selesai order, saya bacakan list orderannya. Ketika sampai pada peach fruit, dia kaget. "What? Peach fruit? Noo it's p e a c h . . f r u i t", dia memperlambat kata-katanya. Saya mau kabur rasanya, tetap saja peach fruit yang kedengaran. Kemudian tiba-tiba saya teringat beberapa jam sebelumnya saya diminta ke store room (tempat penyimpanan barang-red) oleh staff cook. Sekelebat saya melihat tulisan pada sebuah kaleng, "beetroot". Spontan saya hampir berteriak, "Aaaa you mean BEETROOT?!", "YES darling, BEETROOT exactly!" Gubrak.
Begitulah, hari demi hari saya menambah pengetahuan saya tentang dunia perkopian dan makanan ala ala ini. Setidaknya sekarang saya sudah bisa membedakan mana kopi flat white, cappucino, mocca, piccolo, macciato, latte, chai latte, espresso, dan long black. Mana yang skimmed milk, mana yang gula normal, raw sugar, dan equal sugar.
Sampai jumpa di episode berikutnya :)
Hari pertama bekerja, sama sekali tidak tahu menu makanan yang dijual. Apalagi jenis-jenis kopi. Selama ini tahunya hanya kapal api, nescafe, sama kopi susu. Di hari pertama itu, seorang customer memanggil, "Can i get a coffee please?", "Yep sure, what coffee?". Kelanjutan percakapan berikutnya sangat absurd. "I want a fly away please.", " Sorry? Fly away?", "Fly away darling..f l y . . a w a y". Sekeras apapun saya berusaha menangkap, yang terdengar adalah fly away-ampun. Akhirnya saya menyerah dan saya tulis saja di docket (buku pesanan-red), "fly away". IYA, beneran saya tulis fly away! Sambil senyam senyum ke customer, "Okay, i'll bring you a fly away." Dalam hati, "Buset apa ini maksudnya?!"
Ketika saya berikan docket ke kitchen, mereka semua tertawa terbahak-bahak. Dengan muka tebal saya tanya, "Okay so what's that suppose to mean? Fly away?", "It's a flat white darling, flat white!", jawab Dalin, seorang barista asal Kamboja. Matanya sampai mengeluarkan air karena tertawa terlalu keras.
Lain hari, saya menghampiri seorang wanita paruh baya yang hendak mengorder makanan. Saya selalu deg-degan untuk menangani pesanan makanan sebab jenis makanan di cafe ini sangat bervariasi-kalau tidak bisa dibilang ribet. Makanan yang tersedia mulai dari sandwich, steak, pasta, open grill, salad, dan masih banyak lagi. Yang menyulitkan, customer dapat memesan jenis sandwichnya sendiri. Bahan-bahan yang ingin ia masukkan, apakah ia ingin toasted atau tidak, jenis sauce, dan sebagainya. Benar-benar harus memasang telinga dengan baik. Karena jika sampai salah, mereka sangat tidak segan untuk komplain. Sementara komplain akan berujung ke kitchen dan pastinya saya akan di bully satu kitchen.
Jadi hari itu, wanita paruh baya itu menunjuk satu pilihan makanan pada menu. Deluxe open burger. "Can i have this deluxe open burger?". Dalam hati, "Alhamdulillah ini jenis makanannya ga ribet karena bukan yang sandwich." Ternyata dia melanjutkan, "But can you please give me an extra barbeque sauce, chesee, and a peach fruit? Because this has no peach fruit on it?" Apaan? Peach fruit? Burger kok pakai buah peach? "Sorry what was that again?", "Peach fruit," she repeated. Oh no, saya masih hanya mendengar peach fruit. Lagi, saya tulis saja "peach fruit" pada docket. Wanita itu melanjutkan pesanannya lagi, mediterranian open grill, hail caesar salad, skimmed milk cappucino, dan lain lain. Selesai order, saya bacakan list orderannya. Ketika sampai pada peach fruit, dia kaget. "What? Peach fruit? Noo it's p e a c h . . f r u i t", dia memperlambat kata-katanya. Saya mau kabur rasanya, tetap saja peach fruit yang kedengaran. Kemudian tiba-tiba saya teringat beberapa jam sebelumnya saya diminta ke store room (tempat penyimpanan barang-red) oleh staff cook. Sekelebat saya melihat tulisan pada sebuah kaleng, "beetroot". Spontan saya hampir berteriak, "Aaaa you mean BEETROOT?!", "YES darling, BEETROOT exactly!" Gubrak.
Begitulah, hari demi hari saya menambah pengetahuan saya tentang dunia perkopian dan makanan ala ala ini. Setidaknya sekarang saya sudah bisa membedakan mana kopi flat white, cappucino, mocca, piccolo, macciato, latte, chai latte, espresso, dan long black. Mana yang skimmed milk, mana yang gula normal, raw sugar, dan equal sugar.
Sampai jumpa di episode berikutnya :)
Komentar
Posting Komentar