Comfortable Shoes

Sebagai perempuan yang tidak bisa diam di rumah saja dalam waktu yang lama, saya mulai merasa bosan 5 bulan tanpa kegiatan yang berarti. Saya mencari pekerjaan yang sesuai dengan bidang yang digeluti, tapi belum ada progres. Suatu hari saya sedang belanja ke salah satu supermarket di kawasan Bankstown Mall Central, saya melintasi sebuah cafe dan melihat pengumuman "waitress part time/full time wanted, walk in interview". Sebuah alamat email juga tercantum. Saya refleks memfoto pengumuman tersebut karena memang saya berencana mencari kerja part time jika memang belum dapat pekerjaan yang sesuai bidang. Lagipula merasakan part time ko sepertinya keren, pikir saya saat itu (padahal butuh duit juga hahaha pret).

Esoknya, saya bimbang ingin mengirim email atau tidak. Akhirnya saya putuskan untuk menyambangi kafe itu kembali. Sampai disana, saya sempat down karena pengumuman yang terpasang sudah tidak ada. Saya ragu, jangan-jangan mereka sudah mendapat staff yang dicari. Akhirnya saya beranikan diri untuk menyapa dan bertanya, "Hi, how are you?", "I saw an announcement yesterday about the part time waitress wanted, are you guys still open for recruitment?", saya bertanya kepada salah seorang staff berwajah asia.

Staff tersebut memanggil managernya yang bernama Nan yang juga berwajah asia. Singkat cerita, rupanya mereka masih mencari staff dan pengumuman dicabut karena mereka sudah memasang iklan online. Untung saya tetap nekat bertanya. Saya diminta datang besoknya untuk training selama 3 jam supaya mereka bisa melihat kinerja saya. "Use a comfortable shoes tomorrow, darling", pesan seorang staff sebelum saya pergi.

Tiga jam pada keesokan harinya adalah 3 jam yang sangat melelahkan dan membingungkan bagi saya. Saya kira, tugas waitress itu super gampang. Ternyata? WOW!
Secara garis besar, tugas waitress di cafe itu meliputi:

- menyambut customer, memberikan menu, menunggu mereka order, menulis orderan
- memberikan list orderan ke kitchen (makanan ke chef, kopi dan minuman ke barista)
- menyiapkan cutlery yg sesuai dengan pesanan dan menatanya di meja customer
- mengambil makanan yang sudah selesai dibuat dari kitchen dan mengantar ke meja customer
- mengelap meja dan merapikan piring-piring setelah customer selesai

Sounds easy, isn't it? Tapi bagi saya yang sama sekali tidak terbiasa dengan kopi dan makanan ala barat, ini benar-benar membuat bingung. Banyak kosakata baru, nama bahan makanan, peralatan makan yang saya tidak pernah dengar istilahnya. Tidak hanya itu, 3 jam training itu sukses membuat betis dan telapak kaki saya ngebet. Saya harus bolak balik table - kitchen - table - kitchen - table puluhan kali. Saya harus sigap mengantar kopi karena beberapa detik saja kopi bisa langsung dingin di cuaca winter. Now i know why they asked me to use a comfortable shoes!

Tapi saya bahagia, sebab saya bertemu banyak orang. Ada satu kebahagiaan menyelinap dalam hati setiap saya tersenyum dan berhasil melayani customer dengan baik. Bagi saya ini juga menjadi ajang menumbuhkan rasa kepercayaan diri untuk berbicara dalam bahasa inggris. Karena saya benar-benar minder ketika pertama kali sampai di Sydney, saya merasa down dan kehilangan kepercayaan diri.

Setelah 3 jam, kebahagiaan saya bertambah sebab saya diminta datang lagi keesokan harinya, dan juga esok, dan esok. Yeay, i am officially hired! Sampai hari ini, sudah hampir dua minggu saya bekerja part time, banyak cerita ringan pengalaman yang ingin saya tulis. Lucu, memalukan, sedih, dan beberapa kejadian ringan yang bermakna dalam dan menjadi pelajaran hidup bagi saya.

Sampai bertemu di posting berikutnya,

Good day! ^ ^


Komentar

Postingan Populer