Bagi Dia, mudah saja

Semangat saya meluap untuk berbagi cerita kali ini. Cerita ini terjadi 4 bulan lalu. Mungkin saya telat menuliskannya, tapi tetap akan saya ceritakan hehe.

Masih ingat tulisan terakhir saya tentang dilema sertifikasi halal? Setelah saya memantapkan hati untuk berhenti kerja di tempat saya part time sebelumnya, saya berencana untuk mencari part time lain. Yang halal, tidak ada lagi cerita bacon. 

Saya masih ingat saya berdoa setiap habis sholat supaya Allah mudahkan hajat saya ini. Terdengar seperti doa yang sepele, tapi saya adalah orang yang senang berdoa. Apapun saya minta, dari hal kecil hingga besar. Karena kalau bukan pada Dia, pada siapa lagi saya harus minta kan? Saat itu, saya meminta sembari berjanji jika saya tidak mendapat pekerjaan yang halal, maka saya akan berdiam diri di rumah. 

Saya berhenti kerja hari Senin. Dua hari kemudian, Rabu, saya pergi ke mall tempat saya bekerja dulu untuk membeli beberapa barang. Tidak jauh dari cafe saya bekerja dulu, ada sebuah restoran besar. Saya melintas dan berpikir, They got a really cool space inside and outside. 

Tiba-tiba kenekatan saya muncul. Saya masuk, berjalan menghampiri kasir, dan bertanya. "Hi how are you? Are you guys looking for a staff right now?" 

Seorang wanita blonde keturunan Rusia, yang dikemudian hari saya ketahui bernama Geni, menjawab, "Hmmm...let me see, Malek! Malek!" Dia memanggil seseorang.

Seorang lelaki usia 40 tahunan yang saya yakin berdarah Lebanon menghampiri kami dan bertanya, "Yes, what's the matter?"

Bla bla bla, saya perkenalkan diri dan utarakan maksud saya. "Ooow so you're looking for a waiting staff job yea?"

"Yess, i am!" jawab saya bersemangat.

"Alright, where are you from Aisha?"

"I'm from indonesia."

"Woowww, jakarta? Jakarta? I lived in indonesia for 7 years. I lived in Bekasi." kata dia.

Errrrrr..okee..saya juga dari bekasi. Saya tinggal di bekasi dari kecil. Ini bule arab gimana ceritanya bisa nyangsang di bekasi ya, pikir saya. Pikiran mulai ga fokus. 

"Okay aisha, i wanna give you a go! Do you understand what that means?" 

"Yes, i understand. You wanna give me a trial." Mungkin karena muka saya pelanga pelongo, dia pikir saya ga paham dia ngomong apa. Padahal emang ga paham sih, soalnya dia ngomong cepet banget dan saya gagal fokus mikirin knp dia bisa nyasar ke Bekasi sampe 7 tahun.

Singkat cerita, saya diminta datang hari Minggu untuk trial. Hari minggunya, saya datang. It was a busy day. Di situ saya melihat perbedaan yang sangat jauh dari tempat saya part time sebelumnya. Kafe dulu hanya sebuah kafe kecil. Tapi kali ini restoran besar yang fast moving. 

Setelah saya melakukan trial selama beberapa jam, Malek memanggil saya. 
"Aisha come come!"
"Okay Aisha, to be honest, i've seen so many Indonesians here. And as an Indonesian, you work very bad!"

Saat itu saya langsung yakin kalau dia bercanda, sebab saya percaya diri bahwa saya telah melakukan yang terbaik. Dia lalu tertawa, "Noo i'm kidding, you're very good as an Indonesian! Normally, i dont want to hire indonesian in my restaurant because they move too slow. But i've seen that you have the speed." 

Akhir kata, i got the job! Dan lihat? Senin saya keluar, Minggu saya dapat pekerjaan lain. 

Saya pun bertanya pada dia apa segala makanan di sini halal, dan dia malah bilang "Are you joking? You think i will sell haroom things to people?" 

Yesss...hati saya tenang. Saya mendapat pekerjaan lain yang terjamin kehalalannya, karena Malek sang onwer adalah muslim. Sebagian staff pun juga muslim. Saya bukannya SARA ya, tapi saya hanya ingin memastikan saya hanya memakan yang halal.

Detik itu, saya semakin yakin, jika saya meninggalkan sesuatu yang saya ragukan kehalalannya, niscaya amat mudah bagi Dia memberi ganti yang lebih baik. Dan tahukah, bayaran yang saya dapat pun  jauh lebih baik dibanding tempat dahulu.

Sudah halal, lebih baik pula. Sangat mudah bagi Dia. Tinggal kitanya, beranikah mengambil langkah? 


Komentar

Postingan Populer